Rossi Bisa Sampai 2015


Roma - Kabar Valentino Rossi bakal menyudahi karir MotoGP berhembus usai dia mengamankan gelar juara dunianya yang kesembilan. Padahal The Doctor masih bisa lanjut hingga 2015.

Adalah kontrak dengan Yamaha yang akan habis di akhir 2010 yang membuat isu bakal pensiunnya Rossi berhembus. Kalaupun bertahan di MotoGP, pembalap Italia berusia 30 tahun itu diyakini bakal pindah tim ke Ducati.

Soal kepindahan ke tim lain, Yamaha beberapa hari lalu sudah membatahnya. Kalau bisa, pabrikan asal Jepang itu malah bertekad mengikat Rossi seumur hidupnya -- dengan diberi tugas sebagai duta saat tak lagi aktif membalap.

Sementara terkait kabar rencana pensiun, pihak Yamaha kini juga menyangkalnya. Dengan usia 30 tahun saat ini Rossi diyakini masih akan bisa membalap sampai tahun 2015.

"Memikirkan Valentino akan pensiun tahun depan bisa menjadi sesuatu yang keliru. Dia memberi saya intuisi kalau dengan performa membalapnya maka dia bisa bertahan hingga umur 35 atau 36 jika mau," ungkap Kepala Kru Rossi, Jerry Burgess di MCN.

"Secara pribadi saya melihat setidaknya dia bisa tiga tahun lagi mengingat karirnya yang luar biasa. Dia belum mengalami kemunduran dan dia juga masih menikmati semua yang dia lakukan," pungkas Burgess.

Sumber : http://www.detiksport.com/read/2009/11/05/122105/1235737/81/rossi-bisa-sampai-2015

Read More..

Web Generasi Ketiga


secara umum, perkembangan teknologi web bisa dikategorikan menjadi 3, yaitu, web 1.0, web 2.0 dan web 3.0.

web 1.0, adalah web generasi era hotmail dan geocities. bentuknya statis, dan kurang interaktif. "web" ini bersifat ‘read only’. cuma bisa dibaca.

web 2.0 adalah "web" yang mulai beranjak canggih, web yang mengenal tag (folksonomy), comment, dan fitur-fitur sharing. facebook masuk dalam kategori ini. demikian juga blog dan situs-situs pertemanan lain. web 2.0 disebut sebagai ‘read-write web’. semua orang bisa ikut mengisi sesuatu di web tersebut, tidak hanya membaca.
yang paling mutakhir, "web 3.0". web yang mulai meninggalkan sistem tag (folksonomy), beranjak ke me-onomy. sebuah web yang sangat narsis. yang ada di page semata-mata tentang lifestream kamu. yang dengan penggunaan yang tepat dapat menjadi alat advertising yang hebat. web 3.0 disebut sebagai portable "personal web". Twitter.com jelas masuk kategori ini.

Banyak yang masih bingung bagaimana menggunakan twitter. wajar. "web 3.0" memang sedikit membingungkan. kadang-kadang membuat penggunanya terlihat seperti maniak yang kesepian :)
tapi ada contoh yang bagus dalam penggunaan "twitter" yang efektif.

seperti misalnya yang dilakukan oleh bolbal (twitter.com/bolbal), menjual kaos Manchester United (MU) yang dibalik lalu disablon #indonesiaunite. Kaos MU itu adalah kaos yang gak lagu gara-gara MU ga jadi ke Indonesia. Bolbal dengan cerdik menggunakan issue #indonesiaunite yang dengan cepat menjadi trend di twitter. jangan tanya deh penjualan kaos mereka. laku keras! :D

atau bisa juga melihat jauh ke washington DC,

ada sebuah usaha makanan keliling, kalau di indonesia, mungkin pakai gerobak, tapi karena di amrik, pakainya mobil Van. nama usaha itu adalah fojol (http://twitter.com/fojolbros), mereka menjual makanan india.

uniknya, fojol tidak mangkal disatu pos. dia bergerak sesuka hati, pembeli lah yang bergerak untuk menemukan mereka. cara menemukan dimana fojol berada, adalah dengan mengikuti update status (tweet), dari twitter.com/fojolbros. Cara unik ini rupanya menarik perhatian warga sono. lagipula, dandanan fojol juga unik. dan yang peling penting, konon, porsi makanan yang disediakan fojol, pas banget buat makan siang.

dua contoh itu menunjukkan, mereka menggunakan media web 3.0 dengan efektif. dan tetunya ada kata kunci untuk "web 3.0" ini.

be different, be unique, and smart advert strategies, sepertinya itu yang jadi nyawa web 3.0 :)

Sumber : http://teknologi.kompasiana.com/2009/10/28/web-generasi-ketiga/

Read More..

E-commerce = UKM mandiri


Pembeli" terbanyak baju olah raga ini ternyata dari luar Jawa, demikian ungkap Ardi dari Bekasi yang baru memulai penjualan barang melalui Multiply.com sejak 4 bulan lalu. “Pembeli kerudung ini ada yang berasal dari Singapore, dan saya minta paling sedikit satu lusin, “ imbuh Benny yang mempromosikan barang-barang tersebut melalui mailing list Femina. Di setiap hari Jumat, dibuka kesempatan berjualan di mailing list ini.
Hendri dari Surabaya, sudah lebih dari satu tahun "menjual" tanaman Adenium melalui Internet, malah rekan saya ini menghadiahkan tanaman ini di ulang tahun saya. Yang dikirim cukup bonggol dan akarnya yang dibungkus dengan tanah, jadi tidak perlu bersama dengan pot.

Melalui Facebook, Rini "menjual" baju menggunakan fitur Photos, di mana mereka yang tertarik tinggal meletakkan tag nama mereka dan mengkonfirmasi pembelian dengan mengirim pesan.

Semua "pembayaran" dilakukan via transfer bank dan adanya saling kepercayaan antara pembeli dan penjual meski belum pernah saling bertemu. Mereka semua ingin memelihara reputasi. Hebat, kita sudah mentransformasi diri kita menjadi high trust society demi kebutuhan dan keinginan berwiraswasta.

Tas, kerudung, baju olahraga, tanaman, ini adalah sebagian kecil dari barang-barang yang "dijual" oleh teman-teman saya melalui "Internet". Fenomena Facebook dan blog membuka wawasan bagi mereka untuk mencoba peruntungan untuk menjadi pengusaha. Jejaring sosial (social network) menjadi alat yang efektif untuk menjalin hubungan pertemanan dan perdagangan. Bahkan jejaring sosial adalah satu-satunya alasan yang membuat konsumsi pornografi di Internet menurun, demikian ungkap Bill Tancer dari Hitwise, lembaga riset perilaku pengguna "Internet".


Educate, Empower and Enrich

Saya sangat beruntung ketika Telkom, yang menapak masuk menjadi perusahaan TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment) memberikan kepercayaan kepada saya sebagai Chief Innovation Officer dalam pembentukan tim baru yang akan membangun kewiraswastaan di Indonesia ini. "Mojopia", perusahaan baru yang dibentuk ini, akan meluncurkan "Plasa.com" generasi kedua, di mana situs ini akan berorientasi untuk menjadi "Indonesia trusted online shopping".

Mimpi saya sederhana, bisa menyediakan layanan yang terbuka bagi rekan-rekan saya yang ingin menjadi pengusaha, tetapi punya keterbatasan akses dana, distribusi dan waktu.

Ardi, tadinya sedang in-between job, tetapi sekarang mengerjakan e-commerce dengan sepenuh hati. Hendry, Benny dan Rini, masih bekerja di perusahaan, dan mereka melakukan "penjualan online" sebagai pendapatan tambahan sebagai usaha membangun kemandirian.

Melalui kegiatan menjual secara "online" ini, mereka mempelajari penggunaan Internet, mau bersusah payah mencari barang, membungkus, mengirim dan belajar mendapatkan kepercayaan dari "pembeli". Ini adalah proses pembelajaran yang luar biasa.

Yang saya amati adalah mereka berubah dan memiliki paradigma baru, bahwa kekuatan menentukan masa depan berasal dari mereka sendiri. Ini yang saya sebut sebagai empowerment. Kemudian, kebebasan finansial kemudian menjadi hal yang wajar dan tergapai oleh mereka yang tadinya hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.

Ketiga aspek Educate, Empower dan Enrich akhirnya menjadi suatu siklus yang pantas untuk diperjuangkan.


Ekosistem Bisnis

Pola bisnis "e-commerce" ini pada dasarnya terletak atas beberapa komponen, tersedianya platform untuk menampilkan "barang", proses pembayaran dan pengiriman.

Ada beberapa model untuk menjual, model paling sederhana adalah seperti laiknya iklan klasika, di mana "penjual" memasang listing barang-barang yang tersedia, Yang cukup terkenal adalah Craiglist di US, Alibaba di China dan Forum Jual Beli Kaskus.

Model berikutnya adalah yang menggunakan konsep "online store" seperti halnya eBay dan Amazon. Diperlukan platform yang cukup handal untuk menampilkan demikian banyak produk. Plasa.com menggunakan model online store ini. Facebook dan Multiply sebenarnya tidak dirancang sebagai "online store", tetapi kreativitas pengguna memanfaatkannya untuk berjualan secara online.

Faktor utama di dalam transaksi ini adalah faktor kepercayaan. Sementara ini solusi yang banyak diadopsi oleh pengguna di Indonesia adalah "transfer melalui bank". Nantinya dengan berkembangnya masyarakat, diperlukan kemampuan menggunakan berbagai alat pembayaran, seperti kartu kredit, kartu debit, mobile payment, dan banyak lagi.

Dengan didukung oleh nama besar Telkom, "Plasa.com" punya kesempatan baik membangun reputasi sebagai trusted online store di Indonesia. Apalagi dengan adanya kebutuhan untuk menjual barang ke pasar internasional.

Faktor pengiriman ternyata sudah disiasati dengan baik oleh para "penjual online" ini. Mereka sudah memiliki daftar pengiriman yang murah ke berbagai area.

Komponen paling penting adalah kegiatan pemasaran. Saat ini berbagai cara sudah mereka lakukan, mulai dari masuk ke mailing list, bergabung dengan komunitas hingga melakukan garage "sale".

Catur PW, pemilik tokohelm.com menargetkan komunitas sebagai media untuk pemasarannya. Market mereka adalah kalangan bikers yang komunitasnya tersebar di seluruh Indonesia dan helm adalah salah satu perlengkapan yang selain penting untuk keselamatan berkendara, juga menjadi identitas baik perorangan maupun komunitas.

Dengan bantuan metode pemasaran offline seperti garage sale, kupon promosi, iklan dan pameran, tentu bisnis e-commerce ini menjadi makin menarik bagi pengusaha-pengusaha UKM ini. Belum lagi jejaring sosial dan forum yang sudah ada dari plasa.com bisa dikembangkan menjadi komunitas yang sangat kuat.

Melalui kombinasi ekosistem bisnis ini, e-commerce akan berkembang pesat dan punya peran besar di dalam pembentukan masyarakat mandiri akibat dari pertumbuhan para wiraswasta baru ini.

"The world is really in your hand!"

Andi S. Boediman
Creative entrepreneur
Sumber : http://andisboediman.blogspot.com/2009/11/e-commerce-membangun-kemandirian-ukm.html

Read More..

Apple and Cingular launching cellphone



"People familiar with the situation" have apparently informed the WSJ that Apple is launching the Applephone (or whatever it's called) as early as tomorrow. (See, even the kings of MSM aren't omitted from the Apple rumor mill.) They don't really give any more than that, but it's the WSJ, and conventional wisdom kind of states that when the business journal of record goes on the record, you should perk your ears up and listen (at least). Maybe we're interested just because we want to be done printing rumors and rumors about rumors from blogs and papers alike.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi non rutrum lorem. Integer in sollicitudin neque. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum vehicula lectus dapibus urna sagittis tincidunt fringilla elit lacinia. Sed tristique facilisis justo, at porta dui sagittis quis. Aliquam blandit porttitor magna nec pulvinar. Curabitur metus orci, accumsan mattis imperdiet non, vestibulum a lorem. Donec ipsum felis, mollis vel ultricies a, consequat vitae elit. Duis eget felis tellus, venenatis condimentum magna. Suspendisse semper metus sit amet lorem pharetra consectetur pharetra felis volutpat. Vestibulum sit amet nunc neque, eu congue turpis. Curabitur dignissim quam in ipsum dictum et cursus tellus blandit. Integer tempus nibh magna, in tristique lectus. Vivamus rutrum, dolor sit amet volutpat venenatis, magna justo aliquet nulla, a ultricies metus sapien et ante. Mauris consectetur, ante et blandit laoreet, ipsum lacus faucibus odio, vitae adipiscing massa nisl in mi. Suspendisse condimentum nulla eu purus luctus euismod. Aliquam feugiat condimentum purus a pulvinar. Etiam ac enim purus. Nullam bibendum dui eu odio cursus at tincidunt erat bibendum.

Vestibulum tincidunt ultrices ultricies. Donec malesuada vulputate nulla, eget dictum nisl congue vitae. Vivamus a tincidunt libero. Sed et elit eu lacus rutrum mattis. Aliquam erat volutpat. Vestibulum nec ante pulvinar nibh mattis consequat. Nunc viverra mi non mauris tempor et gravida ante hendrerit. Etiam tincidunt, massa non tempus tempor, velit tortor tristique justo, nec aliquet tellus enim at enim. Sed vel mauris id lorem adipiscing consequat ac ut nunc. Fusce commodo orci eu turpis scelerisque viverra. Quisque tincidunt ligula nec ligula egestas rhoncus. Ut convallis neque et est suscipit scelerisque. Sed at urna odio. Aliquam erat volutpat.

Morbi ac felis accumsan est convallis condimentum. Suspendisse volutpat, sapien ut luctus volutpat, lorem tortor facilisis dolor, vel tempus justo tellus sed turpis. Donec tristique sem non purus consequat bibendum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Duis justo augue, fermentum vel consectetur eu, congue nec odio. In rhoncus venenatis metus tincidunt pulvinar. Aliquam condimentum pharetra erat sed tempor. Nulla ornare neque semper enim auctor condimentum. Duis vehicula convallis erat, sed condimentum dolor congue a. Sed cursus ultrices ipsum a tincidunt. Donec in neque purus, id dignissim ante.

Ut adipiscing malesuada nisl, a pellentesque nulla faucibus ac. Fusce convallis ultrices posuere. Etiam aliquam lobortis elit, non eleifend nisi ornare id. Pellentesque in neque odio. Sed ac odio at ipsum ullamcorper faucibus. Proin pellentesque nisl a massa rutrum mattis. Sed mollis rutrum lorem, a aliquam nisl dapibus non. Nullam dui urna, vulputate non porta at, ultrices vitae lacus. Donec lacinia nisi tristique elit cursus iaculis. Fusce vitae tellus eu est pulvinar lacinia. Phasellus id mi arcu. Mauris et libero libero. Proin ac magna sed velit pharetra fringilla sit amet sit amet sem. Nam ante libero, vulputate at commodo vel, luctus in purus.

Ut non sapien odio. Mauris accumsan imperdiet justo, id venenatis neque congue non. Proin nec interdum tellus. Nunc vitae mauris eu nulla semper pretium. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Nullam congue magna et turpis bibendum nec placerat magna sagittis. Aenean eget libero ipsum. Aenean sed nibh eu velit pellentesque mattis. Nullam elementum hendrerit enim tincidunt auctor. Etiam aliquam, turpis ac gravida porttitor, elit mi euismod sapien, in euismod lectus orci sit amet est. Nulla ultrices urna in augue commodo accumsan. Etiam pretium semper mauris, ut vehicula lectus eleifend eget. In hac habitasse platea dictumst. Quisque eu rhoncus sapien.

Read More..

Form Pesan Website



Atau anda dapat mengirimkan email ke adi_2903@yahoo.co.id atau sms ke : 087881527804

Read More..